Cara Pencegahan Penyakit Kanker Serviks

Apa itu kanker serviks? Kanker ini merupakan kanker ganas yang terjadi di leher rahim. Kanker ini menyerang organ reproduksi wanita dan banyak menjadi faktor kematian bagi wanita. Kanker jenis ini berkaitan dengan human papilloma virus (HPV). Virus HPV dapat hidup di dalam tubuh wanita selama bertahun-tahun lalu berubah menjadi sel kanker pada leher rahim. Adapun gejala-gejala yang ditimbulkan diantaranya yaitu mengalami pendarahan pada vagina dan sakit di sekitar punggung. Gejala awal yang ditimbulkan juga dapat terjadi ketika berhubungan suami istri dan terasa sakit padahal sudah lama menikah. Kemudian ketika buang air kecil terasa sakit dan urin keruh.

Tanda-tanda wanita yang terkena kanker serviks

Keputihan yang terus-menerus juga dapat dicurigai sebagai tanda-tanda wanita yang terkena kanker serviks. Keputihan yang sehat adalah yang tidak berwarna, tidak berbau dan tidak lengket. Sebaliknya, keputihan yang berbahaya dapat berwarna putih susu, kekuningan sampai hijau. Cairan juga lengket dan berbau yang menimbulkan rasa nyeri dan tidak nyaman saat berhubungan intim. Nah, gejala lainnya adalah merasakan perut yang kembung meskipun sedang dalam kondisi kosong maupun konstipasi yang kronis. Kaki juga dapat menjadi bengkak baik kedua kaki atau salah satu kaki.

Cara mencegah kanker serviks

Kanker Serviks

Adapun yang menjadi faktor penularan dari kanker serviks adalah virus yang ditularkan lewat hubungan seksual oral atau anal, berganti-ganti pasangan, dan bagi wanita yang aktif melakukan hubungan seksual sebelum usia 16 tahun. Cara mencegah kanker serviks yang pertama adalah dengan menjaga kebersihan dan kesehatan organ reproduksi. Hal ini dapat dilakukan dengan rutin mengganti pembalut saat haid. Apabila darah haid yang keluar banyak, minimal ganti pembalut sebanyak 4 kali dalam sehari, jika darah yang keluar tidak terlalu banyak maka cukup dua kali saja. Hati-hati juga dalam memilih pembalut yang aman.

Ketika sedang terjadi keputihan, Anda dapat menggunakan pantyliner. Tetapi dalam menggunakannya juga harus diatasi. Gunakan pantyliner apabila memerlukan saja. Cara mencegah yang terkena kanker serviks berikutnya yaitu menghindari seks bebas. Lakukan hubungan seksual dengan satu pasangan resmi saja, karena berganti-ganti pasangan selain menyebabkan kanker serviks juga dapat menyebabkan terjadinya penyakit menular seksual. Pada umumnya kanker serviks memang paling beresiko pada wanita di atas 3 tahun, tetapi tidak menutup kemungkinan wanita dari segala usia dapat mengalaminya. Oleh sebab itu, disarankan dengan memberikan vaksin.

Vaksin kanker serviks diberikan pada usia 11-26 tahun yang dilakukan oleh dokter kandungan. Nah, bagi yang sudah menikah dapat dideteksi dengan papsmear, yaitu tes skrining dalam rangka mendeteksi kanker serviks. Tes ini dapat mendeteksi infeksi virus yang menyebabkan kanker serviks lalu dapat dilakukan penatalaksanaan untuk mengurangi resikonya. Bagi wanita yang berusia diatas 35 tahun dianjurkan melakukan tes papsmear satu kali setiap tahun dan lebih sering dilakukan apabila hasil tes ini menunjukkan gejala-gejala yang diwaspadai. Cara yang tidak kalah pentingnya adalah dengan menghindari produk-produk kimia baik dari makanan maupun produk lainnya yang kandungannya dapat menjadi pemicu kanker.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *